Condiloma Acuminata

hati2 dlam memilih pasangan hidup,hindari seks bebas,, sblum anda mnjdi korban!

Continue Reading 1 komentar 25 Mei 2010

video

Add a comment 11 Juni 2010

Gangguan dan Masalah haid

Klasifikasi
Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam :

  1. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid : Hipermenorea atau menoragia dan Hipomenorea
  2. Kelainan siklus : Polimenorea; Oligomenorea; Amenorea
  3. Perdarahan di luar haid : Metroragia
  4. Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid : Pre menstrual tension (ketegangan pra haid); Mastodinia; Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) dan Dismenorea

Kelainan Dalam Banyaknya Darah Dan Lamanya Perdarahan Pada Haid

Hipermenorea atau Menoragia
Definisi
Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.

Sebab-sebab

  1. Hipoplasia uteri, dapat mengakibatkan amenorea, hipomenorea, menoragia. Terapi : uterotonika
  2. Asthenia, terjadi karena tonus otot kurang. Terapi : uterotonika, roborantia.
  3. Myoma uteri, disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang, cavum uteri luas, bendungan pembuluh darah balik.
  4. Hipertensi
  5. Dekompensio cordis
  6. Infeksi, misalnya : endometritis, salpingitis.
  7. Retofleksi uteri, dikarenakan bendungan pembuluh darah balik.
  8. Penyakit darah, misalnya Werlhoff, hemofili

Tindakan Bidan
Memberikan anti perdarahan seperti ergometrin tablet/injeksi; KIEM untuk pemeriksaan selanjutnya; Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.

Hipomenorea
Definisi
Adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.

Sebab-sebab
Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal.

Tindakan Bidan
Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.

Kelainan Siklus

Polimenorea atau Epimenoragia
Definisi
Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa.

Sebab-sebab
Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.

Terapi
Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan hormon estrogen dan stadium sekresi menggunakan hormon kombinasi estrogen dan progesteron.

Oligomenorea
Definisi
Adalah siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama.

Sebab-sebab
Perpanjangan stadium folikuller; perpanjangan stadium luteal; kedua stadium menjadi panjang; pengaruh psikis; pengaruh penyakit : TBC

Terapi
Oligomenorea yang disebabkan ovulatoar tidak memerlukan terapi, sedangkan bila mendekati amenorea diusahakan dengan ovulasi.

Amenorea
Definisi
Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut.

Klasifikasi

  1. Amenorea Primer, apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun.
  2. Amenorea Sekunder, apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.

Sebab-sebab
Fisiologis; terjadi sebelum pubertas, dalam kehamilan, dalam masa laktasi maupun dalam masa menopause; gangguan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium; kelainan kongenital; gangguan sistem hormonal; penyakit-penyakit lain; ketidakstabilan emosi; kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih.

Terapi
Terapi pada amenorea, tergantung dengan etiologinya. Secara umum dapat diberikan hormon-hormon yang merangsang ovulasi, iradiasi dari ovarium dan pengembalian keadaan umum, menyeimbangkan antara kerja-rekreasi dan istirahat.

Perdarahan di luar haid

Metroragia
Definisi
Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.

Klasifikasi

  1. Metroragia oleh karena adanya kehamilan; seperti abortus, kehamilan ektopik.
  2. Metroragia diluar kehamilan.

Sebab-sebab

  1. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh; carcinoma corpus uteri, carcinoma cervicitis; peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia, endometritis haemorrhagia); hormonal.
  2. Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar; disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis. b) Perdarahan Ovulatoar; akibat korpus luteum persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.

Terapi : kuretase dan hormonal.

Gangguan Lain Yang Ada Hubungan Dengan Haid

Pre Menstrual Tension (Ketegangan Pra Haid)
Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang menstruasi. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.

Gejala klinik dari pre menstrual tension adalah gangguan emosional; gelisah, susah tidur; perut kembung, mual muntah; payudara tegang dan sakit; terkadang merasa tertekan

Terapi
Olahraga, perubahan diet (tanpa garam, kopi dan alkohol); mengurangi stress; konsumsi antidepressan bila perlu; menekan fungsi ovulasi dengan kontrasepsi oral, progestin; konsultasi dengan tenaga ahli, KIEM untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mastodinia atau Mastalgia
Definisi
Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid.

Sebab-sebab
Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertai hiperemia didaerah payudara.

Mittelschmerz (Rasa Nyeri pada Ovulasi)
Definisi
Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff. Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik yang pecah.

Dismenorea
Definisi
Adalah nyeri sewaktu haid. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas.

Klasifikasi

  1. Dismenorea Primer (dismenore sejati, intrinsik, esensial ataupun fungsional); adalah nyeri haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada alat kandungan. Sebab : psikis; (konstitusionil: anemia, kelelahan, TBC); (obstetric : cervic sempit, hyperanteflexio, retroflexio); endokrin (peningkatan kadar prostalandin, hormon steroid seks, kadar vasopresin tinggi). Etiologi : nyeri haid dari bagian perut menjalar ke daerah pinggang dan paha, terkadang disertai dengan mual dan muntah, diare, sakit kepala dan emosi labil. Terapi : psikoterapi, analgetika, hormonal.
  2. Dismenorea Sekunder; terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami dismenore. Hal ini terjadi pada kasus infeksi, mioma submucosa, polip corpus uteri, endometriosis, retroflexio uteri fixata, gynatresi, stenosis kanalis servikalis, adanya AKDR, tumor ovarium. Terapi : causal (mencari dan menghilangkan penyebabnya).

Add a comment 5 Juni 2010

PIL KB

Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill adalah pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Gambar. Pil kombinasi kemasan 28 pil

Pil KB kombinasi mengandung hormon aktif dan hormon tidak aktif, termasuk:

  1. Conventional Pack.
  2. Continuous Dosing Or Extended Cycle.

Conventional Pack
Paket konvensional biasanya berisi 21 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif atau 24 pil aktif dan empat pil tidak aktif. Haid terjadi setiap bulan selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif.

Continuous Dosing or Extended Cycle
Merupakan pil kombinasi yang berisi 84 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif. Haid terjadi setiap empat kali setahun selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif. Tersedia juga pil KB yang mengandung 28 pil dengan hormon aktif yang dapat mencegah haid.

Jenis
Jenis pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill antara lain:

  1. Monofasik.
  2. Bifasik.
  3. Trifasik.

Monofasik
Monofasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Bifasik
Bifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Trifasik
Trifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Cara Kerja
Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill mempunyai cara kerja sebagai berikut:

  1. Mencegah implantasi.
  2. Menghambat ovulasi.
  3. Mengentalkan lendir serviks.
  4. Memperlambat transportasi ovum.
  5. Menekan perkembangan telur yang telah dibuahi.

Efektifitas
Efektifitas pil kombinasi lebih dari 99 persen, apabila digunakan dengan benar dan konsisten. Ini berarti, kurang dari 1 orang dari 100 wanita yang menggunakan pil kombinasi akan hamil setiap tahunnya. Metode ini juga merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam waktu 3 bulan.

Manfaat
Pil kombinasi memberikan manfaat antara lain:

  1. Resiko terhadap kesehatan kecil.
  2. Memiliki efektifitas tinggi, apabila diminum secara teratur.
  3. Tidak mengganggu hubungan seksual.
  4. Siklus haid teratur.
  5. Dapat mengurangi kejadian anemia.
  6. Dapat mengurangi ketegangan sebelum menstruasi (pre menstrual tension).
  7. Dapat digunakan dalam jangka panjang.
  8. Mudah dihentikan setiap waktu.
  9. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
  10. Dapat digunakan pada usia remaja sampai menopause.
  11. Membantu mengurangi kejadian kehamilan ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara, dismenorea dan jerawat.

Keterbatasan
Pil kombinasi mempunyai keterbatasan antara lain:

  1. Tidak mencegah penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B maupun HIV/AIDS.
  2. Pengguna harus minum pil setiap hari.
  3. Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui.
  4. Mahal.
  5. Repot.

Efek Samping
Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pil kombinasi ini antara lain:

  1. Peningkatan risiko trombosis vena, emboli paru, serangan jantung, stroke dan kanker leher rahim.
  2. Peningkatan tekanan darah dan retensi cairan.
  3. Pada kasus-kasus tertentu dapat menimbulkan depresi, perubahan suasana hati dan penurunan libido.
  4. Mual (terjadi pada 3 bulan pertama).
  5. Kembung.
  6. Perdarahan bercak atau spotting (terjadi pada 3 bulan pertama).
  7. Pusing.
  8. Amenorea.
  9. Nyeri payudara.
  10. Kenaikan berat badan.

Kriteria Yang Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
Pada prinsipnya hampir semua wanita yang ingin menggunakan pil kombinasi diperbolehkan, seperti:

  1. Wanita dalam usia reproduksi.
  2. Wanita yang telah atau belum memiki anak.
  3. Wanita yang gemuk atau kurus.
  4. Wanita setelah melahirkan dan tidak menyusui.
  5. Wanita yang menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitas tinggi.
  6. Wanita pasca keguguran/abortus.
  7. Wanita dengan perdarahan haid berlebihan sehingga menyebabkan anemia.
  8. Wanita dengan siklus haid tidak teratur.
  9. Wanita dengan nyeri haid hebat, riwayat kehamilan ektopik, kelainan payudara jinak.
  10. Wanita dengan diabetus melitus tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan saraf.
  11. Wanita dengan penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis atau tumor jinak ovarium.
  12. Wanita yang menderita tuberkulosis pasif.
  13. Wanita dengan varises vena.

Kriteria Yang Tidak Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
Kriteria yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi terbagi dalam:

  1. Kontra indikasi absolut.
  2. Kontra indikasi relatif.

Kontra Indikasi Absolut
Yang termasuk dalam kontra indikasi absolut antara lain: tromboplebitis atau tromboemboli, riwayat tromboplebitis atau tromboemboli, kelainan serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner, diketahui atau diduga karsinoma mammae, diketahui atau diduga karsinoma endometrium, diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen, perdarahan abnormal genetalia yang tidak diketahui penyebabnya, adenoma hepar, karsinoma atau tumor-tumor jinak hepar, diketahui atau diduga hamil, gangguan fungsi hati, tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil kontrasepsi atau produk lain yang mengandung estrogen.

Kontra Indikasi Relatif
Yang termasuk dalam kontra indikasi relatif antara lain: sakit kepala (migrain), disfungsi jantung atau ginjal, diabetes gestasional atau pre diabetes, hipertensi, depresi, varises, umur lebih 35 tahun, perokok berat, fase akut mononukleosis, penyakit sickle cell, asma, kolestasis selama kehamilan, hepatitis atau mononukleosis tahun lalu, riwayat keluarga (orang tua, saudara) yang terkena penyakit reumatik yang fatal atau tidak fatal atau menderita DM sebelum usia 50 tahun, kolitis ulseratif.

Selain itu, kriteria lain yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi adalah:

  1. Wanita yang tidak dapat disiplin minum pil setiap hari.
  2. Wanita yang dicurigai hamil atau hamil.
  3. Wanita yang menyusui secara eksklusif.

Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi
Pil kombinasi mulai digunakan pada:

  1. Hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid.
  2. Sewaktu mendapat haid.
  3. Setelah melahirkan (pasca keguguran, setelah 3 bulan tidak menyusui, setelah 6 bulan pemberian ASI).
  4. Saat ingin berhenti kontrasepsi hormonal jenis suntikan dan ingin ganti pil kombinasi.

Hal Khusus yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Pil Kombinasi

Di bawah ini merupakan hal atau keadaan yang memerlukan perhatian.

Keadaan Saran
Tekanan darah tinggi Sistolik lebih dari 160 mmHg, diastolik lebih dari 90 mmHg. Pil tidak boleh digunakan
Anemia bulan sabit Pil tidak boleh digunakan
Kencing manis Tanpa komplikasi Pil dapat diberikan
Migrain Tanpa gejala neurologik lokal yang berhubungan dengan nyeri kepala Pil dapat diberikan
Konsumsi fenitoin, barbiturat, rifampisin Pil etinilestradiol dengan dosis 50 mikrogram
Tanda Masalah yang Mungkin Terjadi
Sakit kepala hebat Stroke, hipertensi, migrain
Kehilangan penglihatan atau kabur Stroke, hipertensi, atau masalah vaskular
Nyeri dada hebat, batuk, nafas pendek Serangan jantung atau bekuan darah dalam paru
Nyeri abdomen hebat Penyakit kandung empedu, bekuan darah, pankreatitis
Tidak terjadi perdarahan/spotting setelah selesai minum pil Kemungkinan hamil
Nyeri tungkai hebat (betis atau paha) Sumbatan pembuluh darah tungkai

Efek Samping dan Penanganan
Di bawah ini merupakan penanganan dari efek samping dari penggunaan pil kombinasi.

Efek Samping Penanganan
Amenore (tidak ada perdarahan atau spotting
  • Lakukan tes kehamilan atau periksa dalam, bila tidak hamil dan cara minum sudah benar (tidak masalah).
  • Tidak haid kemungkinan kurang adekuatnya efek estrogen terhadap endometrium (tidak perlu pengobatan).
  • Berikan pil estrogen dosis 50 mikrogram atau dosis estrogen tetap, dosis progestin dikurangi.
  • Hentikan penggunaan pil dan yakinkan pasien tidak ada efek samping pada janin, bila kemungkinan hamil.
Perdarahan pervaginam atau spotting
  • Lakukan tes kehamilan atau pemeriksaan ginekologik.
  • Sarankan minum pil yang sama.
  • Berikan penjelasan bahwa perdarahan biasa terjadi pada penggunaan 3 bulan pertama dan akan berhenti.
  • Bila perdarahan/spotting masih terjadi, berikan pil estrogen dosis tinggi (50 mikrogram) sampai perdarahan teratasi, kemudian kembali ke dosis awal.
  • Bila perdarahan berlanjut, lanjutkan pil estrogen dosis tinggi (50 mikrogram) atau sarankan dengan metode kontrasepsi lain.

Add a comment 5 Juni 2010

PLASENTA PREVIA (ASKEB IV) PATOLOGI

Pendahuluan

Implantasi plasenta normalnya terletak di bagian fundus (bagian puncak atau atas rahim). Bisa agak ke kiri atau ke kanan sedikit, tetapi tidak sampai meluas ke bagian bawah apalagi menutupi jalan lahir. Patahan jalan lahir ini adalah ostium uteri internum, sedangkan dari luar dari arah vagina disebut ostium uteri eksternum.

Perdarahan pada kehamilan harus dianggap sebagai kelainan yang berbahaya. Perdarahan pada kehamilan muda disebut keguguran atau abortus, sedangkan pada kehamilan tua disebut perdarahan antepartum. Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum pada trimester ketiga.

Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (Mochtar, 1998).

Menurut Browne, klasifikasi plasenta previa didasarkan atas terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu, yaitu:

  1. Plasenta Previa Totalis
    Bila plasenta menutupi seluruh jalan lahir pada tempat implantasi, jelas tidak mungkin bayi dilahirkan in order to vaginam (normal/spontan/biasa), karena risiko perdarahan sangat hebat.
  2. Plasenta Previa Parsialis
    Bila hanya sebagian/separuh plasenta yang menutupi jalan lahir. Pada tempat implantasi inipun risiko perdarahan masih besar dan biasanya tetap tidak dilahirkan melalui pervaginam.
  3. Plasenta Previa Marginalis
    Bila hanya bagian tepi plasenta yang menutupi jalan lahir bisa dilahirkan pervaginam tetapi risiko perdarahan tetap besar.
  4. Low Lying Placenta (Plasenta Letak Rendah)
    Lateralis plasenta, tempat implantasi beberapa millimeter atau cm dari tepi jalan lahir risiko perdarahan tetap ada, namun bisa dibilang kecil, dan bisa dilahirkan pervaginam dengan aman. Pinggir plasenta berada kira-kira 3 atau 4 cm diatas pinggir pembukaan, sehingga tidak akan teraba pada pembukaan jalan lahir.

Etiologi

Beberapa faktor dan etiologi dari plasenta previa tidak diketahui. Tetapi diduga hal tersebut berhubungan dengan abnormalitas dari vaskularisasi endometrium yang mungkin disebabkan oleh timbulnya parut akibat trauma operasi/infeksi. (Mochtar, 1998). Perdarahan berhubungan dengan adanya perkembangan segmen bawah uterus pada trimester ketiga. Plasenta yang melekat pada area ini akan rusak akibat ketidakmampuan segmen bawah rahim. Kemudian perdarahan akan terjadi akibat ketidakmampuan segmen bawah rahim untuk berkonstruksi secara adekuat. Faktor risiko plasenta previa termasuk:

  1. Riwayat plasenta previa sebelumnya.
  2. Riwayat seksio sesarea.
  3. Riwayat aborsi.
  4. Kehamilan ganda.
  5. Umur ibu yang telah lanjut, wanita lebih dari 35 tahun.
  6. Multiparitas.
  7. Adanya gangguan anatomis/tumor pada rahim, sehingga mempersempit permukaan bagi penempatan plasenta.
  8. Adanya jaringan rahim pada tempat yang bukan seharusnya. Misalnya dari indung telur setelah kehamilan sebelumnya atau endometriosis.
  9. Adanya trauma selama kehamilan.
  10. Sosial ekonomi rendah/gizi buruk, patofisiologi dimulai dari usia kehamilan 30 minggu segmen bawah uterus akan terbentuk dan mulai melebar serta menipis.
  11. Mendapat tindakan Kuretase.

Patologi

Perdarahan tidak dapat dihindari karena ketidakmampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan itu, tidak sebagaimana serabut otot uterus yang menghentikan perdarahan pada kala III dengan plasenta yang letaknya normal. Makin rendah letak plasenta, makin dini perdarahan terjadi. Oleh karena itu, perdarahan pada plasenta previa totalis akan terjadi lebih dini daripada pada plasenta letak rendah yang mungkin baru berdarah setelah persalinan dimulai.

Tanda dan Gejala
Gejala Utama

Perdarahan yang terjadi bisa sedikit atau banyak. Perdarahan yang berwarna merah segar, tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri.

Gejala Klinik

  1. Perdarahan yang terjadi bisa sedikit atau banyak. Perdarahan yang terjadi pertama kali biasanya tidak banyak dan tidak berakibat fatal. Perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak dari sebelumnya. Perdarahan pertama sering terjadi pada triwulan ketiga.
  2. Pasien yang datang dengan perdarahan karena plasenta previa tidak mengeluh adanya rasa sakit.
  3. Pada uterus tidak teraba keras dan tidak tegang.
  4. Bagian terbanyak janin biasanya belum masuk pintu atas panggul dan tidak jarang terjadi letak janin letak janin (letak lintang atau letak sungsang)
  5. Janin mungkin masih hidup atau sudah mati, tergantung banyaknya perdarahan, sebagian besar kasus, janinnya masih hidup.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis perdarahan diakibatkan oleh plasenta previa diperlukan anamnesis dan pemeriksaan obstetrik. Dapat juga dilakukan pemeriksaaan hematokrit. Pemeriksaan bagian luar terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul. Pemeriksaan inspekulo bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks atau vagina seperti erosro porsionis uteri, karsinoma porsionis uteri polipus serviks uteri, varises vulva dan trauma.

Komplikasi Plasenta Previa

Menurut Prof.Dr.Sarwono Prawirohardjo.SpOG,1997,Jakarta.

  1. Prolaps tali pusat.
  2. Prolaps plasenta.
  3. Plasenta melekat, sehingga harus dikeluarkan manual dan kalau perlu dibersihkan dengan kerokan.
  4. Robekan-robekan jalan lahir karena tindakan.
  5. Perdarahan post portum.
  6. Infeksi karena perdarahan yang banyak.
  7. Bayi premature atau lahir mati.

Penanganan
Menurut Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo.SpOG. 1997. Jakarta.
Penanganan Pasif

  1. Perhatian – Tiap-tiap perdarahan triwulan ketiga yang lebih dari show (perdarahan inisial), harus dikirim ke rumah sakit tanpa dilakukan manipulasi apapun. Baik rektal apalagi vaginal (Eastmon).
  2. Apabila pada penilaian baik, perdarahan sedikit, janin masih hidup belum inpartu, kehamilan belum cukup 37 minggu atau berat badan janin dibawah 2500 gr, maka kehamilan dapat dipertahankan, istirahat dan pemberian obat-obatan seperti spasmolitika, progestin atau progesterone, observasi dengan teliti.
  3. Sambil mengawasi periksa golongan darah dan menyiapkan donor transfusi darah, bila memungkinkan kehamilan dipertahakan setua mungkin supaya janin terhindar dari prematuritas.
  4. Harus diingat bahwa bila dijumpai ibu hamil tersangka plasenta previa rujuk segera ke rumah sakit dimana tedapat fasilitas operasi dan transfusi darah.
  5. Bila kekurangan darah, berikanlah transfusi darah dan obat-obatan penambah darah.

Cara Persalinan

  1. Persalinan Pervaginam
  2. Persalinan perabdominan, dengan seksio sesarea.

Add a comment 5 Juni 2010

asuhan kebidanan bumil dng anemia

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN

  1. Pengertian
    1. Pengertian anemia menurut Prof.Dr.DSOG.Sarwono Prawirohardjo adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11g/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5g% pada trimester 2. Nilai batas tersebut terjadi karena hemodilusi, terutama pada trimester 2.
    2. Pengertian anemia menurut http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid:798 adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria maka pria tersebut dikatakan anemia. Demikian pula pada wanita, wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl dan eritrosit kurang dari 37% maka wanita itu dikatakan anemia.
  1. Jenis-Jenis Anemia
    1. Menurut Prof.Dr.DSOG.Sarwono Prawirohardjo anemia dapat digolongkan menjadi :
      1. Anemia Defisiensi Besi (Fe)

Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi

  1. Anemia Megaloblastik

Anemia yang disebabkan kekurangan asan folik

  1. Anemia Hipoplastik

Anemia yang disebabkan karena hipofungsi sumsum tulang

  1. Anemia Hemolitik

Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah yang lebih     cepat dari pembuatannya.

  1. Menurut http://www.tabloidnova.com/artisle.asp?id=12496 terdapat dua tipe anemia yang dikenal :
    1. Anemia Gizi

Biasanya terjadi akibat adanya defisiensi zat besi yang diperlukan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah. Anemia gizi sendiri ada beberapa macam seperti anemia besi, anemia gizi vitamin E, Anemia gizi asam folat, anemia gizi vitamin B12, Anemia gizi vitamin B6.

  1. Anemia Non Gizi adalah kurang darah yang disebabkan karena adanya perdarahan ( luka, menstruasi, dan lain-lain) atau penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia, thalasemia, penyakit ini dapat menimbulkan kondisi anemia.

III. Penyebab

Anemia umumnya disebabkan :

  1. Kekurangan zat besi, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C dan asam folat
  2. Kerusakan  pada sumsum tulang atau ginjal
  3. Perdarahan kronik
  4. Penghancuran sel darah merah
  5. Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid wanita
  6. Penyakit kronik : TBC, Paru, Cacing Usus
  7. Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Thalasemia
  8. Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria
  9. Terlalu sering menjadi donor darah
  10. Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorbsi)
  11. Infeksi HIV

IV. Gejala

Untuk mengenali adanya anemia kita dapat melihat dengan adanya gejala-gejala seperti : keluhan letih, lemah, lesu, dan loyo yang berkepanjangan merupakan gejala khas yang menyertai anemia. Selain gejala-gejala tersebut biasanya juga akan muncul keluhan sering sakit kepala, sulit konsentrasi, muka-bibir-kelopak mata tampak pucat, telapak tangan tidak merah, nafas terasa pendek, kehilangan selera makan serta daya kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terserang penyakit. Jika anemia bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Pada hamil muda sering terjadi mual muntah yang lebih hebat.

  1. Diagnosis Anemia Pada Kehamilan

Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda.

Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut :

Hb 11 g%                    Tidak anemia

9-10 g%                       Anemia ringan

7-8 g%                         Anemia sedang

<7 g%                          Anemia berat

Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trimester I dan trimester III. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia, maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas.

VI. Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin

  1. Pengaruh anemia terhadap kehamilan
    1. Bahaya selama kehamilan

a. Dapat terjadi abortus

b.Persalinan prematuritas

c. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim

  1. Mudah terjadi infeksi

e. Mudah dekompensasi cordis (Hb<6g%)

f. Mola hidatidosa

g.Hiperemesis gravidarum

h.Perdarahan antepartum

i.  Ketuban pecah dini (KPD)

  1. Bahaya Saat Persalinan
    1. Gangguan HIS, kekuatan mengejan
    2. Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar
    3. Kala dua berlangsung lama sehinggan dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan
    4. Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum karena atonia uteri.
    5. Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri
    6. Pada Masa Nifas
      1. Terjadi sub inversio uteri menimbulkan perdarahan post partum
      2. Memudahkan infeksi peurperium
      3. Pengeluaran ASI berkurang
      4. Terjadi dekompensasi cordis mendadak setelah persalinan
      5. Anemia kala nifas
      6. Mudah terjadi infeksi mamae
      7. Bahaya terhadap janin

Hasil konsepsi membutuhkan zat besi dalam jumlah besar untuk pembuatan butir-butir darah merah dan pertumbuhannya, sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Anemia dapat menyebabkan gangguan dalam bentuk :

  1. Abortus
  2. Terjadi kematian intra uterin
  3. Persalinan prematuritas tinggi
  4. Berat badan lahir rendah
  5. Kelahiran dengan anemia
  6. Dapat terjadi cacat bawaan
  7. Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal
  8. Inteligensia rendah
  9. Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan

Untuk menghitung terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi parasit, pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah.

Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. Contoh preparat Fe tersebut Arralat, Biosanbe, Iberet, Vitonal dan Hemaviton. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas. Mengonsumsi suplemen panambah zat besi juga bisa mampu mencegah dan mengatasi anemia. Tetapi sebaiknya tidak bergantung pada obat atau suplemen penambah zat besi saja. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging, sayuran hijau dan susu.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN

TERHADAP Ny. K Di BPS PUTRI

BANDAR LAMPUNG

TAHUN 2007

  1. I. Pengumpulan Data Dasar
  2. Pengkajian

Identitas

Nama Istri       : Ny.K                                     Nama Suami    : Tn. A

Umur               : 26 Tahun                               Umur               : 29 Tahun

Agama             : Islam                                     Agama             : Islam

Suku                : Jawa                                      Suku                : Jawa

Pendidikan      : SMA                                     Pendidikan      : SMA

Pekerjaan         : IRT                                        Pekerjaan         : Wiraswasta

Alamat                        : Jl. Teratai No.20                    Alamat                        : Jl. Teratai No.20

Kedaton B.Lampung                                                  Kedaton B.Lampung

  1. Anamnesa pada tanggal 17 Juni 2007 Pukul 09.30 WIB
    1. Alasan Kunjungan Saat Ini

Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan 9 bulan mengeluh cepat lelah, sering BAK, susah tidur, pegal-pegal pada pinggang dan kaki, serta kadang-kadang perut terasa sesak dan tertekan.

  1. Riwayat Menstruasi

Menarche              : 13 Tahun

Siklus                    : 28 Hari

Lamanya               : 6-7 Hari

Sifat darah                        : Merah, encer dan tidak menggumpal

Banyaknya            : 2-3 kali ganti pembalut

HPHT                    : 4 Oktober 2006

TP                          : 11 Juli 2007

Usia kehamilan      : 36 Minggu 4 Hari

Teratur/tidak         : Teratur

  1. Riwayat Perkawinan

Kawin                               : 1 Kali

Usia kawin pertama          : 24 Tahun

Lama perkawinan              : 2 Tahun

  1. Riwayat Kehamilan Sekarang
    1. Trimester I

ANC               : 2 kali dibidan

Keluhan           : Ibu mengatakan pusing, cepat lelah serta tidak nafsu

makan

Terapi              : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari

Kalsium laktat 3×1 tablet/hari

Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari

  1. Trimester II

ANC               : 1 kali dibidan

Keluhan           :  Ibu mengatakan pegal-pegal dipinggang sampai kekaki, penglihatan berkunang-kunang dan cepat lelah

Terapi              : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari

Kalsium laktat 3×1 tablet/hari

Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari

  1. Trimester III

ANC               : 2 kali dibidan

Keluhan           : Ibu mengatakan cepat lelah, pegal-pegal dipinggang kadang-kadang perut teasa sesak

Terapi              : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari

Kalsium laktat 3×1 tablet/hari

Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari

  1. Riwayat Kesehatan

Ibu dan keluarga tidak ada yang mendrita penyakit menular dan menderita penyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus,

  1. Riwayat Imunisasi
    1. Ibu mendapat imunisasi TT1 pada usia kehamilan 16 minggu di BPS Putri
    2. Ibu mendapat imunisasi TT2 pada usia kehamilan 20 minggu di BPS Putri
  1. Riwayat Psikososial
    1. Ibu senang dengan kehamilannya karena kehamilan ini sudah direncanakan
    2. Ibu dan keluarga berharap semoga dalam kehamilan dan persalinannya nanti berjalan normal tidak ada halangan suatu apapun
  1. Aktifitas Sehari-hari
    1. Nutrisi
      1. Sebelum hamil : Makan 3 kali sehari dengan porsi nasi, lauk, sayur

dan buah tetapi ibu minum 7-8 gelas/hari

  1. Saat hamil       :  Ibu makan 2 kali sehari, ibu kurang nafsu makan,

ibu  minum 7-8 gelas/hari

  1. Eliminasi
    1. Sebelum hamil : BAB  : 1x/hari                BAK  : 3-4x/hari
    2. Saat hamil        : BAB  : 1x/hari                BAK  : 6-7x/hari
    3. Istirahat dan tidur
      1. Sebelum hamil : Ibu tidur malam 7-8 jam/hari, tidur siang 1 jam
      2. Saat hamil        : Ibu tidur malam 5-6 jam/hari, tidur siang 1 jam
      3. Personal Hygiene

Sebelum hamil dan saat hamil ibu mandi 2x sehari, ganti pakaian 2x sehari, keramas 2x/hari.

  1. Aktifitas / olah raga

Ibu hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga, ibu jarang berolah raga, bila ibu bekerja terlalu berat ibu merasa pusing dan cepat lelah.

  1. Seksualitas

Tidak ada keluhan, ibu melakukan hubungan seksualitas 1x/minggu

  1. Pemeriksaan
    1. Keadaan umum
      1. Keadaan umum           : Baik
      2. Tanda-tanda vital

TD       : 110/70 mmHg                       Nadi    : 78x/menit

RR       : 24x/menit                              temp    : 370C

  1. BB sebelum hamil       : 50 Kg            Kenaikan BB selama hamil : 12 Kg

BB saat hamil              : 62 Kg

  1. Tinggi badan               : 155 cm
  2. Ukuran LILA              : 24 cm
  1. Pemeriksaan fisik
    1. Inspeksi
      1. Rambut     : Lurus, tidak ada ketombe, tidak mudah rontok dan keadaan bersih
      2. Muka         : Bentuk simetris, pucat, keadaan bersih tidak ada oedem
      3. Mata          : Bentuk simetris, tidak ada pembengkakan pada kelopak mata, konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik, berfungsi dengan baik, keadaan bersih
      4. Hidung      : Bentuk simetris, keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip, berfungsi dengan baik
      5. Mulut        : Tidak ada kelainan pada mulut, tidak ada stomatitis, keadaan gigi bersih, tidak ada caries dan tidak ada pembesaran tonsil
      6. Telinga      : Bentuk simetris, keadaan bersih , fungsi pendengaran baik, daun telinga ada
      7. Leher         : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, kelenjar limfe dan tidak ada pembenhkakan vena jugularis
      8. Dada         : Bentuk simetris,pergerakan nafas teratus, tidak ada benjolan abnormal
      9. Payudara   : Membesar simetris, puting susu menonjol, hyperpigmentasi, tidak ada benjolan abnormal, kolostrum belum keluar , keadaan bersih

10.  Abdomen  : Bentuk simetris membesar sesuai usia kehamilan, tidak ada bekas operasi, keadaan bersih

11.  Punggung  : Segitiga signoid simetris, bentuk tulang simetris

12.  Genitalia    : Keadaan bersih, tidak ada haemoroid, tidak ada oedem, tidak ada varises

13.  Ekstremitas

Atas           :  Bentuk simetris,tidak ada cacat, tidak ada oedem, keadaan bersih, jari-jari tangan lengkap

Bawah       : Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada oedem, berfungsi dengan baik, jari-jari kaki lengkap

  1. Palpasi
    1. Leopold I              : TFU 34cm, pada fundus teraba lunak, kurang bundar, kurang melenting berarti bokong

Mc Donald            : 34cm

TBJ                        : (34-12) x 155

= 22 x 155

= 3410 g

  1. Leopold II             : Perut ibu sebelah kiri traba lebar dan memberikan tahanan yang besar berarti punggung. Perut ibu sebelah kanan teraba bagian kecil-kecil yang berarti ekstremitas.
  1. Leopold III           : Bagian terbawah janin teraba keras, bundar melanting yang berarti kepala
  1. Leopold IV           : Kepala sudah masuk PAP, Posisi sejajar
  1. Auskultasi
    1. Jantung                  :Detak jantung teratur, tidak terdengar mur-mur
    2. Paru-paru               : Tidak terdengan ronchi dan wheezing
    3. DJJ                        : Positif, tratur, 140x/menit
  1. Perkusi

Reflek patella positif dan reflek babinski negatif

  1. Pemeriksaan fisik
    1. Hb                   : 9,4 g%
    2. Protein urine    : (-)
    3. Reduksi urine  : (-)
  1. II. Interprestasi Data Dasar, Diagnosa, Masalah Dan Kebutuhan
    1. Diagnosa

Ibu G1P0A0 hamil 36 minggu 4 hari, janin tunggal, hidup, intrauterin, bagian terendah kepala, dengan anemia ringan.

Dasar :

  1. Ibu mengatakan pegal-pegalpada pinggang dan kaki, sering lelah, pusing, mata berkunang-kunang,
  2. Hb                      : 9,4 g%
  3. Ibu mengatakan hamil anak pertama
  4. HPHT     : 5 Oktober 2006
  5. Leopold I           : TFU 34cm                 TBJ      : 3410g
  6. Leopold II          : Puki
  7. Leopold III        : Kepala
  8. Leopold IV        : Kepala sudah masuk PAP, posisi sejajar
  9. DJJ                     : 140x/menit
  1. Masalah
    1. Gangguan aktifitas

Dasar :

1)      Ibu merasakan kram pada kaki

2)      Ibu mengatakan cepat lelah

  1. Gangguan rasa nyaman

Dasar :

1)      Ibu merasa cemas menjelang persalinan

2)      Ibu mengatakan cepat lelah

3)      Ibu mengatakan kurang istirahat

  1. Gangguan pemenuhan nutrisi

1)      Ibu terlihat pucat

2)      Ibu mengatakan tidak nafsu makan

3)      Ibu tampak lemas

  1. Kebutuhan
    1. Penyuluhan tentang perubahan fisiologis dalam kehamilan seperti gangguan pada pinggang dan kaki.
    2. Penyuluhan tentang senam hamil dan latihan relaksasi.
    3. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi ibu hamil
    4. Penyuluhan tentang persiapan persalinan.
    5. Pemberian Fe untuk pengobatan anemia ringan serta pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi
  1. III. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial

Potensial terjadi persalinan lama, terjadi infeksi, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini (KPD), terjadi sub involusi uteri yang menimbulkan perdarahan antepartum, pengeluaran ASI kurang.

  1. IV. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Kolaborasi

Jika diperlukan lakukan kolaborasi dengan dokter

  1. V. Perencanaan
    1. Jelaskan pada ibu kondisinya saat ini
      1. Ajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil
      2. Berikan terapi

1)      Tablet Fe                  : 2 x 1 tablet/ hari

2)      Kalsium laktat          : 3 x 1 tablet/hari

3)      Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari

4)      Vitamin C                : 3 x 1 hari

  1. Anjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi
  2. Evaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi
  3. Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu
  4. Jelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil
    1. Ajarkan bagaimana cara breast care dan senam hamil
    2. Evaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil
    3. Libatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil
    4. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil
      1. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
      2. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering
      3. Libatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
      4. Anjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat
      5. Berikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan
      6. Berikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan
      7. Anjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan
  1. VI. Pelaksanaan
    1. Menjelaskan pada ibu kondisinya saat ini
      1. Mengajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil
      2. Memberikan terapi

1)      Tablet Fe                  : 2 x 1 tablet/ hari

2)      Kalsium laktat          : 3 x 1 tablet/hari

3)      Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari

4)      Vitamin C                : 3 x 1 hari

  1. Menganjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi
  2. Mengevaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi
  3. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu
  4. Menjelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil
    1. Mengajarkan pada ibu cara breast care dan senam hamil
    2. Mengevaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil
    3. Melibatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil
    4. Menjelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil
      1. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
      2. Menganjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering
      3. Melibatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
      4. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat
      5. Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan
      6. Memberikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan
      7. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan
  1. VII. Evaluasi
    1. Ibu mengerti kondisinya saat ini
      1. Ibu mengerti cara menjaga kondisinya selama hamil
      2. Ibu mau mengkonsumsi tablet Fe, kalsium laktat, vitamin B kompleks, vitamin C 3 x 1 tablet/hari
      3. Ibu mengerti cara mengkonumsi zat besi
      4. Keluarga berjanji untuk memberikan bantuan psikologis pada ibu
      5. Ibu mengerti manfaat breast care dan senam hamil
        1. Ibu mengerti cara breast care dan senam hamil
        2. Keluarga berjanjii akan mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil
        3. Ibu mengerti tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil
          1. Ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan gizi seimbang
          2. Ibu mengatakan akan makan sedikit tapi sering
          3. Keluarga berjanji akan membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
          4. Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup dan akan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat
          5. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan
          6. Ibu mengerti tantang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan
          7. Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan

DAFTAR PUSTAKA

Mochtar,Rustam,Prof,Dr,M.Ph,Sinopsis Obstetri,Jilid I, Edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1998.

Prawirihardjo,Sarwono,Prof,Dr,DSOG, Ilmu Kebidanan, Edisi III, Yayasan Bina Pustaka, Jakarta,1997

Fakultas Kedokteran UI;2001. Kapita Selekta kedokteran-Jilid I,Jakarta: Media Aesculapius_FKUI.

Add a comment 5 Juni 2010

puisi karyaku

SELAMAT JALAN SOBAT

Kini aku hanya bisa meneteskan air mata ….,
melihatmu terbaring, diam membisu …………
Dulu kau selalu ada di saat aku
sedih ataupun senang ………
Dulu kau selalu membuatku tersenyum
dengan semua canda tawamu …………

Bagiku ………
Kaulah sahabat sejatiku…,
yang tak kan pernah lekang oleh waktu ………
kau tak kan pernah terhapuskan dari hatiku ……
Kau yang telah mengajariku,
apa arti sahabat sesungguhnya………

Namun kini,
kau telah membuat aku meneteskan air mataku lagi………
Mungkin ini sudah pilihanmu…………
Aku hanya bisa mengiyakan semua inginmu………

Di hari esok yang cerah…,
Aku tak bisa lagi menikmati indahnya dunia
bersamamu sobat……………

Selamat jalan sobat……,
Aku hanya bisa mendo’akan agar kau
diterima di sisi-Nya ………

SELAMAT JALAN SOBAT…………

Add a comment 1 Juni 2010

diabetes gestasional

Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak. Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin. Sebagian besar DMG asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin. Di Indonesia insiden DMG sekitar 1,9-3,6% dan sekitar 40-60% wanita yang pernah mengalami DMG pada pengamatan lanjut pasca persalinan akan mengidap diabetes mellitus atau gangguan toleransi glukosa. Pemeriksaan penyaring dapat dilakukan dengan pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan 2 jam post prandial (pp). Bila hasilnya belum dapat memastikan diagnosis DM, dapat diikuti dengan test toleransi glukosa oral. DM ditegakkan apabila kadar glukosa darah sewaktu melebihi 200 mg%. Jika didapatkan nilai di bawah 100 mg% berarti bukan DM dan bila nilainya diantara 100-200 mg% belum pasti DM. Pada wanita hamil, sampai saat ini pemeriksaan yang terbaik adalah dengan test tantangan glukosa yaitu dengan pembebanan 50 gram glukosa dan kadar glikosa darah diukur 1 jam kemudian. Jika kadar glukosa darah setelah 1 jam pembebanan melebihi 140 mg% maka dilanjutkan dengan pemeriksaan test tolesansi glukosa oral. Patofiologi Diabetes Mellitus Pada Kehamilan Pada DMG, selain perubahan-perubahan fisiologi tersebut, akan terjadi suatu keadaan di mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Terjadi perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap efek insulin. Akibatnya, komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah (kadar gula darah tinggi, kadar insulin tetap tinggi). Melalui difusi terfasilitasi dalam membran plasenta, dimana sirkulasi janin juga ikut terjadi komposisi sumber energi abnormal. (menyebabkan kemungkinan terjadi berbagai komplikasi). Selain itu terjadi juga hiperinsulinemia sehingga janin juga mengalami gangguan metabolik (hipoglikemia, hipomagnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, dan sebagainya. Pengelolaan Diabetes Mellitus Pada Kehamilan Pengelolaan medis Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya, pengelolaan DMG juga terutama didasari atas pengelolaan gizi/diet dan pengendalian berat badan ibu. 1. Kontrol secara ketat gula darah, sebab bila kontrol kurang baik upayakan lahir lebih dini, pertimbangkan kematangan paru janin. Dapat terjadi kematian janin memdadak. Berikan insulin yang bekerja cepat, bila mungkin diberikan melalui drips. 2. Hindari adanya infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya. Lakukan upaya pencegahan infeksi dengan baik. 3. Pada bayi baru lahir dapat cepat terjadi hipoglikemia sehingga perlu diberikan infus glukosa. 4. Penanganan DMG yang terutama adalah diet, dianjurkan diberikan 25 kalori/kgBB ideal, kecuali pada penderita yang gemuk dipertimbangkan kalori yang lebih mudah. 5. Cara yang dianjurkan adalah cara Broca yaitu BB ideal = (TB-100)-10% BB. 6. Kebutuhan kalori adalah jumlah keseluruhan kalori yang diperhitungkan dari: − Kalori basal 25 kal/kgBB ideal − Kalori kegiatan jasmani 10-30% − Kalori untuk kehamilan 300 kalor − Perlu diingat kebutuhan protein ibu hamil 1-1.5 gr/kgBB Jika dengan terapi diet selama 2 minggu kadar glukosa darah belum mencapai normal atau normoglikemia, yaitu kadar glukosa darah puasa di bawah 105 mg/dl dan 2 jam pp di bawah 120 mg/dl, maka terapi insulin harus segera dimulai. Pemantauan dapat dikerjakan dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah kapiler. Perhitungan menu seimbang sama dengan perhitungan pada kasus DM umumnya, dengan ditambahkan sejumlah 300-500 kalori per hari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan sampai dengan masa menyusui selesai. Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan untuk : − Mempertahankan kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl − Mempertahankan kadar glukosa darah 2 jam pp < 120 mg/dl − Mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb Alc) < 6% − Mencegah episode hipoglikemia − Mencegah ketonuria/ketoasidosis deiabetik − Mengusahakan tumbuh kembang janin yang optimal dan normal. Dianjurkan pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu (ideal setiap hari, jika mungkin dengan alat pemeriksaan sendiri di rumah). Dianjurkan kontrol sesuai jadwal pemeriksaan antenatal, semakin dekat dengan perkiraan persalinan maka kontrol semakin sering. Hb glikosilat diperiksa secara ideal setiap 6-8 minggu sekali. Kenaikan berat badan ibu dianjurkan sekitar 1-2.5 kg pada trimester pertama dan selanjutnya rata-rata 0.5 kg setiap minggu. Sampai akhir kehamilan, kenaikan berat badan yang dianjurkan tergantung status gizi awal ibu (ibu BB kurang 14-20 kg, ibu BB normal 12.5-17.5 kg dan ibu BB lebih/obesitas 7.5-12.5 kg). Jika pengelolaan diet saja tidak berhasil, maka insulin langsung digunakan. Insulin yang digunakan harus preparat insulin manusia (human insulin), karena insulin yang bukan berasal dari manusia (non-human insulin) dapat menyebabkan terbentuknya antibodi terhadap insulin endogen dan antibodi ini dapat menembus sawar darah plasenta (placental blood barrier) sehingga dapat mempengaruhi janin. Pada DMG, insulin yang digunakan adalah insulin dosis rendah dengan lama kerja intermediate dan diberikan 1-2 kali sehari. Pada DMH, pemberian insulin mungkin harus lebih sering, dapat dikombinasikan antara insulin kerja pendek dan intermediate, untuk mencapai kadar glukosa yang diharapkan. Obat hipoglikemik oral tidak digunakan dalam DMG karena efek teratogenitasnya yang tinggi dan dapat diekskresikan dalam jumlah besar melalui ASI.

Add a comment 25 Mei 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 komentar 8 Mei 2010

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts