PIL KB

5 Juni 2010 m3n9cute

Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill adalah pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Gambar. Pil kombinasi kemasan 28 pil

Pil KB kombinasi mengandung hormon aktif dan hormon tidak aktif, termasuk:

  1. Conventional Pack.
  2. Continuous Dosing Or Extended Cycle.

Conventional Pack
Paket konvensional biasanya berisi 21 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif atau 24 pil aktif dan empat pil tidak aktif. Haid terjadi setiap bulan selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif.

Continuous Dosing or Extended Cycle
Merupakan pil kombinasi yang berisi 84 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif. Haid terjadi setiap empat kali setahun selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif. Tersedia juga pil KB yang mengandung 28 pil dengan hormon aktif yang dapat mencegah haid.

Jenis
Jenis pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill antara lain:

  1. Monofasik.
  2. Bifasik.
  3. Trifasik.

Monofasik
Monofasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Bifasik
Bifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Trifasik
Trifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Cara Kerja
Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill mempunyai cara kerja sebagai berikut:

  1. Mencegah implantasi.
  2. Menghambat ovulasi.
  3. Mengentalkan lendir serviks.
  4. Memperlambat transportasi ovum.
  5. Menekan perkembangan telur yang telah dibuahi.

Efektifitas
Efektifitas pil kombinasi lebih dari 99 persen, apabila digunakan dengan benar dan konsisten. Ini berarti, kurang dari 1 orang dari 100 wanita yang menggunakan pil kombinasi akan hamil setiap tahunnya. Metode ini juga merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam waktu 3 bulan.

Manfaat
Pil kombinasi memberikan manfaat antara lain:

  1. Resiko terhadap kesehatan kecil.
  2. Memiliki efektifitas tinggi, apabila diminum secara teratur.
  3. Tidak mengganggu hubungan seksual.
  4. Siklus haid teratur.
  5. Dapat mengurangi kejadian anemia.
  6. Dapat mengurangi ketegangan sebelum menstruasi (pre menstrual tension).
  7. Dapat digunakan dalam jangka panjang.
  8. Mudah dihentikan setiap waktu.
  9. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
  10. Dapat digunakan pada usia remaja sampai menopause.
  11. Membantu mengurangi kejadian kehamilan ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara, dismenorea dan jerawat.

Keterbatasan
Pil kombinasi mempunyai keterbatasan antara lain:

  1. Tidak mencegah penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B maupun HIV/AIDS.
  2. Pengguna harus minum pil setiap hari.
  3. Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui.
  4. Mahal.
  5. Repot.

Efek Samping
Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pil kombinasi ini antara lain:

  1. Peningkatan risiko trombosis vena, emboli paru, serangan jantung, stroke dan kanker leher rahim.
  2. Peningkatan tekanan darah dan retensi cairan.
  3. Pada kasus-kasus tertentu dapat menimbulkan depresi, perubahan suasana hati dan penurunan libido.
  4. Mual (terjadi pada 3 bulan pertama).
  5. Kembung.
  6. Perdarahan bercak atau spotting (terjadi pada 3 bulan pertama).
  7. Pusing.
  8. Amenorea.
  9. Nyeri payudara.
  10. Kenaikan berat badan.

Kriteria Yang Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
Pada prinsipnya hampir semua wanita yang ingin menggunakan pil kombinasi diperbolehkan, seperti:

  1. Wanita dalam usia reproduksi.
  2. Wanita yang telah atau belum memiki anak.
  3. Wanita yang gemuk atau kurus.
  4. Wanita setelah melahirkan dan tidak menyusui.
  5. Wanita yang menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitas tinggi.
  6. Wanita pasca keguguran/abortus.
  7. Wanita dengan perdarahan haid berlebihan sehingga menyebabkan anemia.
  8. Wanita dengan siklus haid tidak teratur.
  9. Wanita dengan nyeri haid hebat, riwayat kehamilan ektopik, kelainan payudara jinak.
  10. Wanita dengan diabetus melitus tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan saraf.
  11. Wanita dengan penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis atau tumor jinak ovarium.
  12. Wanita yang menderita tuberkulosis pasif.
  13. Wanita dengan varises vena.

Kriteria Yang Tidak Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
Kriteria yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi terbagi dalam:

  1. Kontra indikasi absolut.
  2. Kontra indikasi relatif.

Kontra Indikasi Absolut
Yang termasuk dalam kontra indikasi absolut antara lain: tromboplebitis atau tromboemboli, riwayat tromboplebitis atau tromboemboli, kelainan serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner, diketahui atau diduga karsinoma mammae, diketahui atau diduga karsinoma endometrium, diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen, perdarahan abnormal genetalia yang tidak diketahui penyebabnya, adenoma hepar, karsinoma atau tumor-tumor jinak hepar, diketahui atau diduga hamil, gangguan fungsi hati, tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil kontrasepsi atau produk lain yang mengandung estrogen.

Kontra Indikasi Relatif
Yang termasuk dalam kontra indikasi relatif antara lain: sakit kepala (migrain), disfungsi jantung atau ginjal, diabetes gestasional atau pre diabetes, hipertensi, depresi, varises, umur lebih 35 tahun, perokok berat, fase akut mononukleosis, penyakit sickle cell, asma, kolestasis selama kehamilan, hepatitis atau mononukleosis tahun lalu, riwayat keluarga (orang tua, saudara) yang terkena penyakit reumatik yang fatal atau tidak fatal atau menderita DM sebelum usia 50 tahun, kolitis ulseratif.

Selain itu, kriteria lain yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi adalah:

  1. Wanita yang tidak dapat disiplin minum pil setiap hari.
  2. Wanita yang dicurigai hamil atau hamil.
  3. Wanita yang menyusui secara eksklusif.

Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi
Pil kombinasi mulai digunakan pada:

  1. Hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid.
  2. Sewaktu mendapat haid.
  3. Setelah melahirkan (pasca keguguran, setelah 3 bulan tidak menyusui, setelah 6 bulan pemberian ASI).
  4. Saat ingin berhenti kontrasepsi hormonal jenis suntikan dan ingin ganti pil kombinasi.

Hal Khusus yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Pil Kombinasi

Di bawah ini merupakan hal atau keadaan yang memerlukan perhatian.

Keadaan Saran
Tekanan darah tinggi Sistolik lebih dari 160 mmHg, diastolik lebih dari 90 mmHg. Pil tidak boleh digunakan
Anemia bulan sabit Pil tidak boleh digunakan
Kencing manis Tanpa komplikasi Pil dapat diberikan
Migrain Tanpa gejala neurologik lokal yang berhubungan dengan nyeri kepala Pil dapat diberikan
Konsumsi fenitoin, barbiturat, rifampisin Pil etinilestradiol dengan dosis 50 mikrogram
Tanda Masalah yang Mungkin Terjadi
Sakit kepala hebat Stroke, hipertensi, migrain
Kehilangan penglihatan atau kabur Stroke, hipertensi, atau masalah vaskular
Nyeri dada hebat, batuk, nafas pendek Serangan jantung atau bekuan darah dalam paru
Nyeri abdomen hebat Penyakit kandung empedu, bekuan darah, pankreatitis
Tidak terjadi perdarahan/spotting setelah selesai minum pil Kemungkinan hamil
Nyeri tungkai hebat (betis atau paha) Sumbatan pembuluh darah tungkai

Efek Samping dan Penanganan
Di bawah ini merupakan penanganan dari efek samping dari penggunaan pil kombinasi.

Efek Samping Penanganan
Amenore (tidak ada perdarahan atau spotting
  • Lakukan tes kehamilan atau periksa dalam, bila tidak hamil dan cara minum sudah benar (tidak masalah).
  • Tidak haid kemungkinan kurang adekuatnya efek estrogen terhadap endometrium (tidak perlu pengobatan).
  • Berikan pil estrogen dosis 50 mikrogram atau dosis estrogen tetap, dosis progestin dikurangi.
  • Hentikan penggunaan pil dan yakinkan pasien tidak ada efek samping pada janin, bila kemungkinan hamil.
Perdarahan pervaginam atau spotting
  • Lakukan tes kehamilan atau pemeriksaan ginekologik.
  • Sarankan minum pil yang sama.
  • Berikan penjelasan bahwa perdarahan biasa terjadi pada penggunaan 3 bulan pertama dan akan berhenti.
  • Bila perdarahan/spotting masih terjadi, berikan pil estrogen dosis tinggi (50 mikrogram) sampai perdarahan teratasi, kemudian kembali ke dosis awal.
  • Bila perdarahan berlanjut, lanjutkan pil estrogen dosis tinggi (50 mikrogram) atau sarankan dengan metode kontrasepsi lain.

Entry Filed under: Alat kontrasepsi

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Halaman

Kategori

Kalender

Juni 2010
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: